Minggu, 28 Februari 2021

Supervisi Pendidikan,Monitoring dan Evaluasi Program#2

 Supervisi Pendidikan, Monitoring dan Evaluasi Program






Deskripsi Mata kuliah 

   

  1. Mata kuliah Supervisi Pendidikan, Monitoring dan Evaluasi Program adalah mata kuliah wajib ditempuh dengan bobot 3 SKS.
  2. Mata kuliah  ini mengkaji  materi tentang konsep dasar, prinsip – prinsip, model dan pendekatan, tehnik, prosedur dan metodologi dalam melakukan supervisi pendidikan, monitoring dan evaluasi program dalam bidang pendidikan dalam mendesain tercapainya tujuan pendidikan secara akuntabel, transfaran dan memenuhi standar mutu pendidikan. 







Tujuan Mata kuliah  

Setelah mengikuti mata kuliah ini diharapkan mahasiswa :

  1. Mampu mendeskripsikan konsep dasar supervisi Pendidikan.
  2. Mampu membedakan model, pendekatan  dan tehnik supervisi Pendidikan
  3. Mampu menganalisis tahapan supervisi Pendidikan 
  4. Mampu melaksanakan praktik supervisi pendidikan 
  5. Mampu mendeskripsikan konsep monitoring dan evaluasi program
  6. Mampu mengidentifikasi komponen dan indikator program pendidikan
  7. Mampu menyusun kisi-kisi dan instrumen evaluasi program
  8. Mampu menganalisis data evaluasi program
  9. Mampu menyusun proposal evaluasi program pendidikan



Strategi Perkuliahan             

Strategi perkuliahan yang dikembangkan agar tujuan mata kuliah ini tercapai adalah bersifat andragogi, menyenangkan, mengembangkan kemandirian dan kreatifitas dengan metode ceramah, presentasi, diskusi, praktik dan pemberian tugas individual dan kelompok melalui pembelaran daring.





Media

Media yang digunakan:

  • Laptop
  • Jaringan internet ( zoom meeting, wa, dll)




Sistem Penilaian    

1.Kehadiran dan partisipasi perkuliahan (5%)

2.Penugasan  (30%): 

  •        a. Membuat chapter report
  •        b. Merancang Program Supervisi   PendidikanMerancang proposal evaluasi   program pendidikan

3.UTS (30%)

4.UAS (35%)


Sumber Bacaan: 

a).Alfonso, Robert, J Fith and Neviliie . Instructional Supervision : A Behavior  System. Boston: Allyn and Bacon.Inc.

b).A Piet Sahertian, Konsep Dasar dan T eknik Supervisi, Jakarta : Penerbit Rineka Cipta, 2008

c).Segiovanni, 1982. Supervision of Teachingh, Washington:ASCD.

d).Suharsimi Arikunto dan Cepi Safruddin Abd. Jabar, 2010, Evaluasi Program Pendidikan, Pedoman Teoretis Praktis bagi Mahasiswa dan Praktisi Pendidikan. Edisi Kedua. Jakarta: Bumi Aksara. 

e).Farida yusuf T. 2008. Evaluasi Program dan Instrumen Evaluasi dan Penelitian, Jakarta : Penerbit Rineka Cipta

f).Lee J Cronbach. 1982. Designing Evaluations of Educational and Social Programs.Washington: Jossey-Bass Publisher 






Materi Perkuliahan 

1. Konsep dasar Supervisi Pendidikan

2. Jenis Supervisi Pendidikan

3. Model, pendekatan dan Tehnik supervisi Pendidikan

4. Tahapan Supervisi Pendidikan 

5. Permasalahan Pelaksanaan Supervisi Pendidikan 

6. Progam Supervisi Pendidikan 

7. Konsep Dasar Monitoring dan evaluasi program

8. Komponen dan indikator program pendidikan

9. Kreteria  dan Analisis Data Evaluasi Program

10. Model Evaluasi Program  

11. Perencanaan evaluasi program pendidikan

12. Laporan Evaluasi Program 


 









Supervisi Pendidikan,Monitoring dan Evaluasi Program#1

 Supervisi Pendidikan, Monitoring dan Evaluasi Program


Pada hari ini merupakan pertemuan pertama.Perkuliahan kami di semester 2 Jurusan Magister Administrasi Pendidikan.Di mana Dosen hari ini Dr. Manap S.M.Pd yang akrap kami panggil Pak Manap.Pak Manap merupakan salah satu Dosen Universitas Bengkulu,yang kini menjabat sebagai ketua Program Study Jurusan Magister Administrasi Pendidikan (S2 MAP ).Sebelum perkuliahan di mulai,Bu Asti membagi Link Zoom Meeting agar mahasiswa bisa bergabung dan mengikuti perkuliahan secara Online.Perkuliahan secara Online pun kami ikuti.


Pemaparan Pak Manap Somantri :Menurut beliau Deskripsi Mata kuliah Supervisi Pendidikan, Monitoring dan Evaluasi Program adalah mata kuliah wajib ditempuh dengan bobot 3 SKS. Mata kuliah  ini mengkaji  materi tentang konsep dasar, prinsip – prinsip, model dan pendekatan, tehnik, prosedur dan metodologi dalam melakukan supervisi pendidikan, monitoring dan evaluasi program dalam bidang pendidikan dalam mendesain tercapainya tujuan pendidikan secara akuntabel, transfaran dan memenuhi standar mutu pendidikan.


Supervisi Merupakan aktivitas dan kegiatan pembinaan yang dilakukan oleh seorang profesional untuk membantu guru dan tenaga pendidikan lainnya dalam memperbaiki bahan, metode dan evaluasi pengajaran dengan melakukan stimulasi, koordinasi dan bimbingan secara kontinyu agar guru menjadi lebih profesional dalam meningkatkan pencapaian tujuan sekolah.


Monitoring (bahasa Indonesia: pemantauan) adalah pemantauan yang dapat dijelaskan sebagai kesadaran (awareness) tentang apa yang ingin diketahui, pemantauan berkadar tingkat tinggi dilakukan agar dapat membuat pengukuran melalui waktu yang menunjukkan pergerakan ke arah tujuan atau menjauh dari itu. Monitoring akan memberikan informasi tentang status dan kecenderungan bahwa pengukuran dan evaluasi yansg diselesaikan berulang dari waktu ke waktu, pemantauan umumnya dilakukan untuk tujuan tertentu, untuk memeriksa terhadap proses berikut objek atau untuk mengevaluasi kondisi atau kemajuan menuju tujuan hasil manajemen atas efek tindakan dari beberapa jenis antara lain tindakan untuk mempertahankan manajemen yang sedang berjalan (egha ketiup nda ).


Monitoring adalah proses rutin pengumpulan data dan pengukuran kemajuan atas objektif program./ Memantau perubahan, yang fokus pada proses dan keluaran. Monitoring menyediakan data dasar untuk menjawab permasalahan, sedangkan evaluasi adalah memposisikan data-data tersebut agar dapat digunakan dan diharapkan memberikan nilai tambah. Evaluasi adalah mempelajari kejadian, memberikan solusi untuk suatu masalah, rekomendasi yang harus dibuat, menyarankan perbaikan. Namun tanpa monitoring, evaluasi tidak dapat dilakukan karena tidak memiliki data dasar untuk dilakukan analisis, dan dikhawatirkan akan mengakibatkan spekulasi, oleh karena itu Monitoring dan Evaluasi harus berjalan seiring.


Evaluasi program adalah suatu unit atau kesatuan kegiatan yang bertujuan untuk mengumpulkan informasi yang merealisasi atau mengimplementasi dari suatu kebijakan, berlangsung dalam proses yang berkesinambungan, dan terjadi dalam suatu organisasi yang melibatkan sekelompok orang guna pengambilan keputusan. Evaluasi program bertujuan untuk mengetahui pencapaian tujuan program yang telah dilaksanakan.



Kita tidak bisa hanya melakukan evaluasi, atau hanya melakukan monitoring, Seperti contohnya pada sebuah program monitoring, tidak boleh dirancang tanpa diketahui bagaimana data dan informasi akan dievaluasi dan tepat guna, sebab ketidakmampuan dalam mengumpulkan dan menyimpan data yang akan digunakan. Monitoring adalah kegiatan yang berkesinambungan.



Tujuan Mata kuliah  

Setelah mengikuti mata kuliah ini diharapkan mahasiswa :

1. Mampu mendeskripsikan konsep dasar supervisi Pendidikan.

2. Mampu membedakan model, pendekatan  dan tehnik supervisi Pendidikan

3. Mampu menganalisis tahapan supervisi Pendidikan 

4. Mampu melaksanakan praktik supervisi pendidikan 

5. Mampu mendeskripsikan konsep monitoring dan evaluasi program

6. Mampu mengidentifikasi komponen dan indikator program pendidikan

7. Mampu menyusun kisi-kisi dan instrumen evaluasi program

8. Mampu menganalisis data evaluasi program

9. Mampu menyusun proposal evaluasi program pendidikan


strategi perkuliahan

Strategi perkuliahan yang dikembangkan agar tujuan mata kuliah ini tercapai adalah bersifat andragogi, menyenangkan, mengembangkan kemandirian dan kreatifitas dengan metode ceramah, presentasi, diskusi, praktik dan pemberian tugas individual dan kelompok melalui pembelaran daring.


Media

1.Media yang digunakan:

2.Laptop

3.Jaringan internet ( zoom meeting, wa, dll)


Sistem Penilaian    

a).Kehadiran dan partisipasi perkuliahan (5%)

b).Penugasan  (30%): 

       a. Membuat chapter report

       b. Merancang Program Supervisi   

           Pendidikan

       b. Merancang proposal evaluasi    

            program pendidikan

c).UTS (30%)

d).UAS (35%)


Sumber Bacaan: 

1.Alfonso, Robert, J Fith and Neviliie . Instructional Supervision : A Behavior  System. Boston: Allyn and Bacon.Inc.

2.A Piet Sahertian, Konsep Dasar dan T eknik Supervisi, Jakarta : Penerbit Rineka Cipta, 2008

3.Segiovanni, 1982. Supervision of Teachingh, Washington:ASCD.

4.Suharsimi Arikunto dan Cepi Safruddin Abd. Jabar, 2010, Evaluasi Program Pendidikan, Pedoman Teoretis Praktis bagi Mahasiswa dan Praktisi Pendidikan. Edisi Kedua. Jakarta: Bumi Aksara. 

5.Farida yusuf T. 2008. Evaluasi Program dan Instrumen Evaluasi dan Penelitian, Jakarta : Penerbit Rineka Cipta

6.Lee J Cronbach. 1982. Designing Evaluations of Educational and Social Programs.Washington: Jossey-Bass Publisher 


Materi Perkuliahan 

1. Konsep dasar Supervisi Pendidikan

2. Jenis Supervisi Pendidikan

3. Model, pendekatan dan Tehnik supervisi Pendidikan

4. Tahapan Supervisi Pendidikan 

5. Permasalahan Pelaksanaan Supervisi Pendidikan 

6. Progam Supervisi Pendidikan 

7. Konsep Dasar Monitoring dan evaluasi program

8. Komponen dan indikator program pendidikan

9. Kreteria  dan Analisis Data Evaluasi Program

10. Model Evaluasi Program  

11. Perencanaan evaluasi program pendidikan

12. Laporan Evaluasi Program 



Itulah beberapa materi yang di paparkan oleh Pak Manap Sumantri,Selaku Dosen matu Kuliah"Supervisi Pendidikan, Monitoring dan Evaluasi Program".Semoga bermanfaat bagi Seluruh Kepala Sekolah.Se-Indonesia,sebagai Dasar Ilmu Manajerial yang harus di kuasai oleh Kepala Sekolah.


Salam Literasi


Usman Alamsyah






             


Sabtu, 27 Februari 2021

METODE PENELITIAN




Deskripsi Matakuliah

  • Matakuliah ini terfokus pada bagaimana mahasiswa dapat merancang tesis sebagai syarat penyelesaian progam magister pada program studi S-2 Administrasi Pendidikan.
  • bertujuan untuk memberikan pengetahuan teoritis dan praktis kepada mahasiswa agar dapat memahami berbagai konsep dan sistem kerja penelitian dan mampu menerapkannya dalam kegiatan penelitian yang dilakukan.


Metodologi Penelitian

  • Cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu :
  • Cara Ilmiah : kegiatan penelitian tersebut didasarkan pada ciriciri keilmuan, yaitu :
  • Rasional : masuk akal
  • Empiris : dapat diamati indera manusia
  • Sistematis : proses yang digunakan menggunakan langkahlangkah logis



JENIS PENELITIAN





•TUJUAN

  1. Murni
  2. Terapan

•PENDEKATAN

  1. Survey
  2. Ex Post Facto
  3. Eksperimen
  4. Naturalistik
  5. Policy Research
  6. Action Research
  7. Evaluasi
  8. Sejarah


TINGKAT EKSPLANASI

  1. Deskriptif
  2. Komparatif
  3. Asosiatif

JENIS DATA

  1. Kuantitatif
  2. Kualitatif
  3. Gabungan Keduanya


MODEL PENELITTIAN




A.KUANTITATIF

  • Eksperimen:True eksprm,Quasi Eksprm,Single Subject
  • Non Eksperimen: Deskriptif,Komparatif,Korelasi,Survey,Ex post facto

B.KUALITATIF

  • Non Interaktif:Analisis konsep,Analisis bersejarah
  • Interaktif:Etnografik,Fenomenologis,Studi Kasus,Grounded theory,Studi Kritis



PENDEKATAN PENELITIAN KUANTITATIF DAN KUALITATIF




Orientasi

  1. Asumsi tentang dunia
  2. Tujuan Penelitian
  3. Metode dan Proses penelitian
  4. Studi pencontohan (contoh yang jelas)
  5. Peranan Peneliti
  6. Pentingnya Konteks
Kuantitatif

  1. Kenyataan tunggal, diukur dengan sebuah instrumen
  2. Mengembangkan hubungan antara variabel terukur
  3. Prosedur (tahapan berurut) dikembangkan sebelum studi dimulai
  4. Desain eksperimen untuk mengurangi kesalahan dan bias
  5. Terpisah dari kegunaan instrumen 
  6. Tujuan dari generalisasi konteksbebas yang universal
Kualitatif
  1. Kenyataan ganda, contohnya, wawancara prinsip, guru dan siswa tentang situasi sosial
  2. Pemahaman situasi sosial dari sudut pandang partisipan
  3. Fleksibel strategi berubah, desain dimunculkan sebagai data yang terkumpul
  4. Etniografi menggunakan “subjektivitas disiplin”
  5. Orang yang disiapkan terlibat dalam situasi sosial
  6. Tujuan dari generalisasi konteks-loncatan rinci

 Perbedaan Metode kuantitatif dan kualitatif




 DASAR-DASAR PERUMUSAN MASALAH

a. Signifikansi masalah merupakan rasional untuk penelitian. 

b. Signifikansi penelitian akan meningkat ketika ada beberapa alasan inkuiri. Signifikasi dapat didasarkan pada satu atau lebih kriteria berikut :

  • ⚫ Pengetahuan tentang ketahanan praktek 
  • ⚫ Pengujian teori 
  • ⚫ Generabilitas 
  • ⚫ Pengembangan pemahaman 
  • ⚫ Peningkatan Metologi 
  • ⚫ Isu-isu yang berkembang 
  • ⚫ Evaluasi dari praktek khusus atau kebijakan pada bagian tertentu 
  • ⚫ Penelitian Eksploratif



Pertanyaan penelitian ilmiah atau hipotesisi




Kriteria yang berbeda diterapkan dalam evaluasi pertanyaan penelitian kuantitatif dan kualitatif


Kuantitatif

  1. Apakah tujuan penelitian ilmiah, pertanyaan, atau hipotesis meringkas apa yang ingin ditentukan? 
  2. Apakah level dari indikasi spesifik bahwa pertanyaan atau hipotesis dapat diteliti? Atau apakah variabel dapat dirumuskan menjadi definisi operasional? 
  3. Apakah logika deduktif berupa pertanyaan atau hipotesis penelitian? Apakah variabelvariabel independen dan dependden sudah diketahui? 
  4. Apakah pertanyaan atau hipotesis mengindikasikan adanya kerangka kerja laporan atau hasil penelitian 

Kualitatif

  1. Apakah pertanyaan penelitian, masalah yang membayangi atau pernyataan masalah yang singkat mengindikasikan sebagian kasus dari beberapa fenomena yang harus diuji? 
  2. Apakah metodologi kualitatif tepat untuk deskripsi kejadian sekarang atau masa lamapua? 
  3. Apakah logika induktif penelitian masuk akal secara eksplisit? 
  4. Apakah tujuan penelitian mengindikasikan kerangka kerja untuk pelaporan penemuan?


TINJAUAN PUSTAKA 




1).TINJAUAN PUSTAKA

A.TUJUAN

  • Definisikan dan batasi masalah 
  • Tempatkan studi dalam perspektif 
  • Hindari replikasi 
  • Pilih metoda yang memberi harapan 
  • Kaitkan hasil dengan penelitian sebelumnya 
  • Sarankan penelitian
B.TIPE PENCARIAN

  • Pencarian CD-ROM
  • Pencarian Database lokal 
  • Pencarian media online 
  • Pencarian internet

C.TAHAP PENCARIAN KOMPUTER

  • Analisa pernyataan masalah 
  • Tentukan tipe penelitian 
  • Pilih indeks (database) bagi pustaka primer 
  • Pilih deskriptor dan istilah 
  • Lakukan pencarian 
  • Analisa printout 
  • Tempatkan, abstrak, dan atur referensi
D.Standar Kecukupan
  • Pemilihan pustaka
  • kritikisme pustaka
  • Interpretasi yang beralasan

2).Tipe Tinjauan

a.Tujuan Penelitian Kuantitatif
  • Pencarian yang melelahkan 
  • Ringkasan dan kritikisme pustaka 
  • Atur kritikisme secara logis
b.Tinjauan Meta-analisis
  • Reanalisis statistik studi sebelumnya
  •  Tentukan dampak praktek 
  • Variasi prosedur 
c.Tujuan Penelitian Kualitatif
  • Teliti pencarian pustaka yang relevan 
  • Tinjauan lanjutan dan kritikisme pustaka 
  • Presentasi alternatif, pisahkan diskusi atau gabungkan dengan teks

PENELITIAN KUALITATIF

Kualitatif Interaktif
  • Ethnography : adalah sebuah gambaran dan interpretasi terhadap sebuah kelompok budaya atau sosial sebuah sistem. Meskipun terdapat ketidaksepakatan dalam pengertian tentang “budaya”, fokusnya adalah pada pola yang dipelajari dalam aktivitas-aktivitas, bahasa, kepercayaan ritual, dan cara hidup. 
  • Phenomenology: adalah paduan antara filosofi ilmu dan teknik penyelidikan. Konsep ini menjelaskan pengertian pengertian mengenai pengalaman hidup atau kehidupan. Teknik ini bertujuan untuk mentransformasikan pengalaman kehidupan menjadi sebuah deskripsi atau gambaran mengenai esensi pengalaman tersebut.
  • Case Study: meskipun dalam beberapa klasifikasi menyebutkan kasus sebagai sebuah obyek dari studi, atau kasus sebagai sebuah pemikiran dalam kaitan metodologi, namun dalam pengertian ini, studi kasus adalah sebuah sistem yang terbatas atau dibatasi dan dikaji secara detail. 
  • Grounded Theory: Grounded Theory menyatakan tentang gambaran untuk mengembangkan konsep – konsep atau pernyataan dalil yang bersyarat yang berhubungan dengan fenomena secara khusus. 
  • Critical Studies: diangkat dari beberapa teori yang mengupas secara kritis, teori mengenai perjuangan atas hak-hak atas wanita, teori mengenai ras, serta sudut pandang postmodern yang menggunakan asumsi bahwa pengetahuan bersifat subyektif.
Kualitatif Non Interaktif:
  • Analisis konsep:studi atau kajian mengenai konsep pendidikan seperti “pembelajaran kerjasama”, “kemampuan berkelompok”, atau “kepemimpinan” untuk menggambarkan adanya perbedaan pengertian dan penggunaan suatu konsep yang tepat. 
  • Analisis bersejarah: melibatkan sebuah sistem pengumpulan dan kritik terhadap dokumen yang menggambarkan kejadian di masa lalu. 

Tahapan Formulasi Masalah
Logika Induktif dalam Penelitian Kualitatif : Observasi, deskripsi, dan Konsep





Teknik Pengumpulan Data Kualitatif

  • Observasi partisipan 
  • Observasi lapangan 
  • Wawancara mendalam
  •  Dokumen dan artifak
  •  Teknik pelengkap



Perumusan Masalah Dalam Penelitian Kualitatif

Perumusan masalah penelitian kuantitatif dimulai dengan memilih topik umum dan model inkuiri (interaktif atau non interaktif) 

Peneliti mempersempit topik umum menjadi topik definitif 

Penelitian kualitatif merupakan kebalikan dari penelitian kuantitatif, dengan menggunakan pikiran deduktif 

Masalah dinyatakan dengan jelas setelah data terkumpul dan analisa pendahuluan



PENGUMPULAN DATA
  • Keberhasilan suatu penelitian naturalistik/kualitatif sangat tergantung pada ketelitian dan kelengkapan catatan lapangan (field notes)
  •  Catatan lapangan tersebut disusun melalui wawancara, observasi, dan studi dokumenter


WAWANCARA 
  • Wawancara harus mampu mengungkapkan perspektif “emic”, yaitu bagaimana responden memandang persoalan atau keadaan dari segi perpektifnya –menurut pikiran dan perasaan, yang dilakukan sedia kala.
  • Wawancara terdiri dari : (1) Wawancara berstruktur (2) Wawancara tak berstruktur : focused interview dan free interview 
  • Proses wawancara : (1) Developing Rapport, (2) Eliciting Information.


FEATURES OF QUALITATIVE RESEARCH (NATURALISTIC INQUIRY) 
  1. Emergent Design 
  2. Natural Settings 
  3. Human Instrument 
  4. Purposive Sampling


PENGUMPULAN DATA 
  • Keberhasilan suatu penelitian naturalistik/kualitatif sangat tergantung pada ketelitian dan kelengkapan catatan lapangan (field notes) 
  • Catatan lapangan tersebut disusun melalui wawancara, observasi, dan studi dokumenter


OBSERVASI 





KADAR OBSERVASI 
  • Complete participation 
  • Active participation 
  • Moderate participation 
  • Pasive participation 
  • Non participation


OBSERVASI



Tahapan Observasi
  • Selected Observation
  • Focused Observation
  • Descriptive Observation



STUDI DOKUMEN

KRITERIA SELEKSI DOKUMEN

  • Apakah dokumen itu otentik atau palsu ? 
  • Apakah isinya dapat diterima sebagai kenyataan ? 
  • Apakah data itu cocok untuk menambah pengertian tentang gejala yang diteliti

  1. Contoh Field Notes : Wawancara



  1. Contoh Field Notes : Observasi



  2. Contoh Fiel Notes :Dokumen



PELAKSANAAN PENGUMPULAN DATA

Peneliti sebagai Human Instrument 

The field worker (researcher) is not just a dogged follower of an artistic research design

  • He is the information absorver 
  • He is the information analyzer 
  • He is the information synthesizer, and 
  • He is the information interpreter


Tahapan Pengumpulan data 
  • Tahap I : Tahap orientasi dan overview, masih bersifat grand tour. 
  • Tahap II : Tahap explorasi (focused exploration). Wawancara, observasi, kajian dokumen sesuai dengan fokus kajian. Sampel purposif (snowball sampling) sebagai informan yang kompeten dan mempunyai pengetahuan cukup memadai mengenai aspek-aspek fokus kajian. 
  • Tahap III : Tahap member check. Data itu harus diakui dan diterima kebenarannya oleh sumber informasi. Data itu juga harus dibenarkan oleh sumber atau informan lainnya.


CARA MEMPEROLEH TINGKAT KEPERCAYAAN HASIL PENELITIAN
  1. Internal validity ---- Credibility 
  2. External validity --- Transferability 
  3. Reliability ----------- Dependability 
  4. Objectivity ---------- Confirmability



INTERNAL VALIDITY -CREDIBILITY 

Validitas internal (kredibiltas) berkaitan dengan seberapa jauh hasil penelitian dapat dipercaya. 

Kriteria ini dipenuhi dengan melakukan : 
  • Triangulasi 
  • Member check, peerdebriefing 
  • Prolonged engagement 
  • Negative case analysis 
  • Referencial adequacy


EXTERNAL VALIDITY - TRANSFERABILITAS 
  • Pertanggungjawaban ini berkaitan dengan hingga manakah hasil penelitian ini dapat diaplikasikan atau digunakan dalam situasi lain. 
  • Bagaimana kemampuan peneliti mengnagkat makna-makna esensial temuan penelitiannya dan melakukan reflektif dan analitis kritis yang ditunjukkan dalam pembahasan hasil penelitian



RELIABILITY (DEPENDABILITY) DAN OBJECTIVITY (CONFIRMABILITY)

• Dilakukan melalui proses audit trail. 

Trail artinya jejak yang dapat dilacak atau diikuti. 

Audit artinya pemeriksaan terhadap ketelitian yang dilakukan sehingga timbul keyakinan bahwa yang dilaporkan itu demikian adanya.


Dipenuhi dengan cara : 
  • Menyusun catatan lapangan 
  • Mendeskripsikan data 
  • Malakukan analisis, sintesis, dan tafsiran/pemaknaan. 
  • Melaporkan proses pengumpulan data. 


PENELITIAN KUANTITATIF 



yang termasuk metode kuantitatif adalah metode eksperimen : 
  1. Menemukan hubungan sebab – akibat 
  2. Memberikan treatmen guna memperoleh hasil yang dinginkan, bagaimana dampat treatmen terhadap outcome Metode Survey : 


PROSES PENELITIAN KUANTITATIF






MASALAH

Sumber Masalah : 
  1. Terdapat penyimpangan antara pengalaman dengan kenyataan 
  2. Terdapat penyimpangan antara apa yang telah direncanakan dengan kenyataan 
  3. Ada pengaduan 
  4. Ada kompetensi 
Rumusan Masalah 

Bentuk-bentuk rumusan masalah penelitian 
  1. Rumusan masalah deskriptif (Bagaimana ) 
  2. Rumusan Masalah Komparatif (Perbandingan) 
  3. Rumusan Masalah Assosiatif (Korelasi/Hubungan)




CONTOH RUMUSAN MASALAH 


• Deskriptif 
Bagaimana kondisi kepemimpinan kewirausahaan di SDN X Kota Bengkulu?
---------------------------------------------------------------------------------------------

 • Komparatif 
Apakah terdapat perbedaan motivasi kerja di SMP A dan SMP B Kota Lubuk Linggau? 
-------------------------------------------------------------------------------------------------------


• Asosiatif 
SIMETRIS (setara)_ Adakah hubungan motivasi kerja guru terhadap mutu pembelajaran siswa di SMAN P Kota Bengkulu. 

KAUSAL (Sebab Akibat)_ adakah pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap prestasi kerja guru di SDN K ? 






VARIABEL 

  • Adalah segala sesuatu yang ditetapkan oleh peneliti untuk di teliti. 
  • Dinamakan variabel karena ada variasinya. 
  • Sifatnya untuk dipelajari. -----------------------------------------------------------
  • CONTOH JUDUL PENELITIAN : 

“ PENGARUH KEPEMIMPINAN KEWIRAUSAHAAN KEPALA SEKOLAH TERHADAP MUTU SEKOLAH PADA SMA NEGERI DI KABUPATEN REJANG LEBONG”


“ HUBUNGAN ANTARA INSENTIF DAN KINERJA TENAGA ADMINISTRASI SEKOLAH DI KABUPATEN MUSI RAWAS”





  • VARIABEL INDEPENDEN - > VARIABEL BEBAS 
  • VARIABEL DEPENDEN - > VARIBEL TERIKAT  


Hubungan kausal berganda







TUGAS
  • JUDUL PENELITIAN 
  • Rumuskan masalah penelitian Kuantitatif atau Kualitatif 
  • Tetapkan teori yang akan di gunakan( cukup definisi saja ) 
  • Buat desain penelitiannya






Salam Hormat

Usman Alamsyah

Jumat, 26 Februari 2021

KONSEP DASAR INOVASI PENGELOLAAN PENDIDIKAN



Oleh :  Prof. Dr. Rambat Nur Sasongko ( MAP FKIP Universitas Bengkulu 2020 )






CAPAIAN PEMBELAJARAN

  1. Mahasiswa mampu mendeskripsikan konsep dasar inovasi pengelolaan pendidikan
  2. Mahasiswa mampu mendeskripsikan latar belakang, definisi, ciri-ciri, tujuan, dan manfaat inovasi  pengelolaan pendidikan
  3. Mahasiswa mampu mensintesiskan konsep dasar inovasi pengelolaan Pendidikan dalam setting di  tempat tugasnya





LATAR BELAKANG

  1. Pengelolaan pendidikan dapat menentukan mutu pendidikan dan  Pengelolaan pendidikan yang kurang inovatif berdampak kepada mutu pendidikan yang rendah
  2. Kebijakan nasional dan kebijakan lokal pendidikan tidak menjamin mutu pendidikan menjadi unggul melainkan dibutuhkan pengelola pendidikan yang inovatif
  3. Perkembangan ipteks di era RI 4.0 dan Society 5.0 yaitu tidak dapat menggantikan manusia sebagai innovator 
  4. Munculnya berbagai permasalahan pendidikan yang bervariasi yang  membutuhkan pengelola pendidikan solutif inovatif





DEFINISI INOVASI

Inovasi merupakan Perubahan suatu ide, praktik dan obyek yang dilihatnya sebagai sesuatu yang baru.


Karakteristik:

  • Ide/gagasan/ pengetahuan baru
  • Praktik/perilaku/metode/aktivitas baru
  • Obyek/produk baru
  • Terdapat unsur yg baru dilihat, dirasakan, diucapkan, & dipraktikkan





Definisi Inovasi 

Pertama

An innovation is any idea, practice, or mate artifact perceived to be new by the relevant unit of adopt (Zaltman & Duncan, 1977)

Kedua

Innovation is the creative selection,organization and utilization of human and material resources in new and unique ways which will result in the attainment of a higher level of achievement for the defined goals and objectives (Huberman, 1973) 

Ketiga

An innovation is an idea, practice, or object is perceived as new by an individual or other unit of adoption (Rogers, 1983)





        INOVASI,PEMBAHARUAN,DAN MODERNISASI

  1. Inovasi yaitu mengacu kepada perubahan ke arah yang baru
  2. Pembaharuan yaitu :implementasi aktivitas inovasi ~~ (1) invention, (2) discovery.● Invention: penemuan sesuatu yang benar-benar baru (hasil karya manuasia)● Discovery: penemuan sesuatu yang sebenarnya telah ada sebelumnya
  3. Modernisasi yakni proses perubahan sosial dari masyarakat tradisional ke arah yang lebih maju (modern)



        PENGELOLAAN PENDIDIKAN

  1. Proses penyelenggaraan pendidikan yang mengacu kepada nilai-nilai, kebijakan, dan peraturan perundang-undangan agar dpt berhasil dengan mutu unggul
  2. Proses penyelenggaraan (fungsi): perencanaan,pengorganisasian, pelaksanaan, monev, dan pelaporan
  3. Bidang garapan (substansi):kurikulum, kesiswaan, personalia, sarana dan prasarana, keuangan, humas, & layanan khusus
  4. Acuan ~ MBS, Kebijakan Nasional,Peraturan perundang-undangan,Nilai-nilai: kemandirian, kemitraan,partisipasi, keterbukaan,akuntabilitas, pemberdayaan stakeholders, bermutu, efektivitas & efisiensi, produktivitas,sustainabilitas



Inovasi Pengelolaan Pendidikan

  1. Inovatif Yaitu : Proses pembaharuan penyelenggaraan pendidikan yang mengacu kepada nilai-nilai, kebijakan, dan peraturan perundang-undangan agar dapat berhasil dengan mutu unggul.
  2. Fungsi baru yakni : Terdapat pembaharuan dalam proses/ fungsi pengelolaan:perencanaan, pengorganisasian,pelaksanaan, monev, dan pelaporan
  3. Substansi baru yaitu : Terdapat pembaharuan dalam bidang garapan/ substansi: kurikulum, kesiswaan, personalia, sarana&prasarana, keuangan, humas, dan layanan khusus
  4. Terdapat pembaharuan dalam konsep,praktik, dan hasil.




        TUJUAN INOVASI PENGELOLAAN PENDIDIKAN

  1. Agar lembaga pendidikan dapat bermutu unggul (efektif, efisien, produktif, relevan,akuntabel, bermutu tinggi) 
  2. Agar tidak tertingal dengan perkembangan ipteks & perubahan masyarakat dunia
  3. Agar lembaga pendidikan dapat memenuhi kebutuhan hidup manusia yang terus berubah (relevansi & daya tampung)
  4. Agar dapat memperbaharui ide,praktik & obyek sbg fasilitas mencapai tujuan pendidikan (peningkatan tata kelola)
  5. Agar dapat memperbaiki & meningkatkan mutu pendidikan (peningkatan mutu) 




        MANFAAT

  • Agar Lembaga pendidikan memiliki brand image yang tinggi
  • Agar Layanan pendidikan dapat berjalan secara prima
  • Hasil pengelolaan pendidikan lebih inovatif
  • Pengelolan pendidikan bermutu unggul: mandiri, bermitraan, partisipasi demokratis, terbuka, akuntabel, stakeholders berdaya & puas,hasil benilai tinggi, efektif & efisien, produktif, sustainabel,memenangkan berbagai kejuaraan, lulusan memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja



        KARAKTERISTIK INOVASI PENGELOLAAN PENDIDIKAN

  • Terdapat pembaharuan dlm proses/ fungsi pengelolaan: perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, monev, dan pelaporan
  • Terdapat pembaharuan dlm bdg garapan/ substansi:kurikulum, kesiswaan, personalia, sarana&prasarana, keuangan, humas, dan layanan khusus
  • Terdapat pembaharuan dlm konsep, praktik, dan hasil
  • Pembaharuan konsep (visi, misi,tujuan, sasaran, strategi, motto, pedoman penyelenggaraan, manual mutu, SOP, dsb)
  • Pembaharuan praktik (pola layanan, jenis kegiatan,jadwal, kecepatan, ketepatan, dsb)
  • Pembaharuan hasil (kepuasan pelanggan, bermutu, jumlah, incame generating, prestasi, piala, dsb) 



        PRINSIP INOVASI PENGELOLAAN PENDIDIKAN

  • Mau belajar terus, kultur inovasi, pantang menyerah,kreatif, curiosity
  • Menyediakan sumber daya manusia yg kreatif inovatif (critical mass)
  • Menyediakan fasilitas dan dana yg memadai
  • Kemandirian, kemitraan, partisipasi, keterbukaan,akuntabilitas, pemberdayaan stakeholders, bermutu,efektivitas & efisiensi, produktivitas, sustainabilitas
  • Memenangkan berbagai kejuaraan, lulusan memilikikompetensi yg relevan dg kebutuhan dunia kerja
  • Memberikan solusi/ kontribusi konstruktif dalam memecahkan masalah pembangunan bangsa (mengatasi pengangguran, kemiskinan, krisis pangan & energi, dsb) 





POLITIK INOVASI PENGELOLAAN PENDIDIKAN

Menurut Roger M. Eferett (1983) UNSUR INOVASI: obyek inovasi, saluran komunikasi, waktu, & sistem sosial


PROSES INOVASI:

1. Mengetahui masalah/ kebutuhan

2. Melakukan penelitian dasar / terapan

3. Pengembangan (R&D)~ inovasi, imitasi,kompetisi teknologi, standarisasi

4. Komersialisasi

5. Adopsi & difusi

6. Konsekuensi




        POLITIK INOVASI PENGELOLAAN PENDIDIKAN

  • INOVASI SEBAGAI SOLUSI yaitu penyelenggaraan pendidikan yang diorientasikan untuk mengatasi permasalahan pembangunan (mengatasi pengangguran,kemiskinan, krisis pangan & energi, KKN,anarkhisme, ketidakadilan, mutu SDM yang tidak berstandar nasional/ internasional, dsb)
  • INOVASI SEBAGAI PROYEK Yakni menciptakan pembaharuan penyelenggaraan pendidikan yang dibiayai dengan standar khusus (BOS, block grant pend, PTK, PTS,dsb)
  • INOVASI SEBAGAI KULTUR YAITU penerapan jiwa,semangat, nilai-nilai inovasi sebagai acuan yang melekat dalam penyelenggaraan pendidikan (ide dari individu/Lembaga sendiri) 




INOVASI SEBAGAI KULTUR

  • Penerapan nilai-nilai baru ke arah perbaikan & peningkatan dalam hal kemandirian, kemitraan,partisipasi demokratis, keterbukaan, akuntabilitas,anti KKN, pemberdayaan stakeholders, bermutu,efektivitas & efisiensi, produktivitas,sustainabilitas, memenangkan berbagai kejuaraan,lulusan memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja diacu oleh stakeholders
  • Acuan kebaharuan dalam fungsi & substansi pengelolaan
  • Pimpinan lembaga pendidikan sebagai kunci keberhasilan haruss: “ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani” dalam melakukan inovasi
  • Pengawasan dilakukan secara mandiri (melekat)
  • Sistem penghargaan berbasis kpd kinerja (performance)




PROSES INOVASI (menurut para ahli)

● Lavidge & Steiner (1961): menyadari,mengetahui, menyukai, memilih,mempercayai, membeli

● Rogers (1962): menyadari, menaruh perhatian, menilai, mencoba, menerima

● Milo (1971): konseptualisasi, tentatif adopsi, penerimaan sumber, implementasi,institusionalisasi




TINGKATAN INOVASI(Sasongko, 2009)

4. Penciptaan asli

3. Imitasi

2. Peniruan

1. Pengadopsi

0. Menolak



TINGKATAN INOVASI (Sasongko, 2009)


  • Menolak inovasi yaitu tidak mau menerima (konservatif tradisional)
  • Pengadopsi yakni menerima sesuatu yang baru untuk diaplikasikan dalam diri dan lingkungannya
  • Peniruan merupakan  memproduksi sesuatu yang baru namun merupakan hasil mencontoh dari karya orang lain secara keseluruhan
  • Imitasi yaitu memproduksi sesuatu yang baru berdasarkan peniruan sebagian dari karya orang lain
  • Penciptaan asli (orijinalisasi) yakni menciptakan sesuatu yang baru berdasarkan hasil asli dan belum pernah diciptakan oleh orang lain.




SYARAT INOVASI

1).SDM unggul yaitu memahami metode ilmiah,memiliki sikap dan perilaku ilmiah

2).Menggunakan metode pengkajian atau penelitian (action research,experiment, R&D)

3).Fasilitas dan pendanaan yang mencukupi

4).Dukungan kebijakan (sosialisasi,produksi,komersialisasi)


MODEL IMPLEMENTASI





Analisis masalah/kebutuhan <~~~ >melakukan penelitian dasar <~~~~> melakukan penelitian pengembangan (R&D)<~~~>Monev & pengawasan <~~~~>INOVASI PENGELOLAAN PENDIDIKAN  <~~~> Penyusunan panduan penerapan model yang efektif<~~~>Penerapan inovasi <~~~>Kebijakan penerapan <~~~~> Diseminasi/Sosialisasi hasil


TUGAS:

1. Deskripsikan konsep dasar inovasi pengelolaan pendidikan?

2. Kemukakan inovasi pengelolaan pendidikan di tempat tugas Anda?




WILAYAH INOVASI PENGELOLAAN SATUAN PENDIDIKAN



FUNDAMENTAL <~~>FUNGSI~~~LAIN-LAIN   <~~~~~~~>PENGELOLAAN PENDIDIKAN <~~~~~~~~>    SUBSTANSI<~~>HASIL   <~~>PROSES <~~>   SUBSTANSI



WILAYAH INOVASI PENGELOLAAN PENDIDIKAN 

  1.  Fondamen praktik manajerial (filosofis, psikologis,sosiologis, antropologis, perkembangan ipteks)
  2. Fungsi manajemen pendidikan
  3. Substansi manajemen pendidikan
  4. Proses manajerial (kebijakan, kepemimpinan,supervisi, komunikasi, pengambilan keputusan,sekretariatan, inovasi pengembangan, dst)
  5. Hasil manajerial
  6. Lain-lain 






KONTEKS PENGELOLAAN PENDIDIKAN

a).Administrasi Pendidikan

b).Manajemen Pendidikan

c).Kepemimpinan Pendidikan

d).Pengambilan Keputusan




FUNDAMEN PRAKTIK MANAJERIAL

A. Filosofis (ontologi, epistemologi, aksiologi)

B. Psikologis (jiwa, semangat, nilai-nilai, moral,kesehatan psikis, dsb)

C. Sosiologis (hub sosial, komunikasi, kebutuhan masy,komunitas, organisasi, konflik, dsb)

D. Antropologis (kultur, disiplin, inovasi, dsb)

E. Perkembangan ipteks (ilmu pengetahuan, teknologi,seni, ilmu murni, terapan/aplikasi, dsb)



FUNGSI MANAJEMEN PENDIDIKAN

● G.R. Terry: Planning, Organizing, Actuating,Controlling (POAC)

● Henry Fayol: Planning, Organizing,Commanding, Coordinating, Controlling (POCCC)

● Luther Gullick: Planning, Organizing,Staffing, Directing, Coordinating, Reporting,Budgeting (POSDCoRB)




FUNGSI MANAJEMEN

● John F. Mee: Planning, Organizing, Motivating,Controlling (POMCo)

● Louis A. Allen: Leading, Planning, Organizing,Controlling (LePOC)

● Mc. Namara: Planning, Programming, Budgeting,System (PPBM)

● Harold Koontz & Cyril O’Donnell: Planning,Organizing, Staffing, Directing, Controlling (POSDC) 



FUNGSI MANAJEMEN

● W.H. Newman: Planning, Organizing, Assembling Resources, Directing, Controlling (POARDC)

● Lyndall F. Urwick: Forecasting, Planning,Organizing, Commanding, Coordinating, Controlling(FPOCCC)

● Sergiovanni: Planning, Organizing, Leading,Controlling (POLC)

● John F. Millet: Directing, Facilitating (DF) 



FUNGSI MANAJEMEN

a). S.P. Siagian: Perencanaan, Pengorganisasian,Pemotivasian, Pengontrolan, Evaluasi

b). Oey Ling Lee: Perencanaan, Pengorganisasian,Pengarahan, Pengkoordinasian, Pengontrolan

c). Suharsimi Arikunto: Perencanaan, Pelaksanaan,Evaluasi

d). Rambat Nur Sasongko: Perencanaan, Pelaksanaan,Evaluasi, Pertanggungjawaban



UNSUR-UNSUR MANAJEMEN (6M)

A. Men (sumber daya manusia)

B. Money (pembiayaan)

C. Methode (cara/metode mencapai tujuan)

D. Materials (bahan yg dibutuhkan)

E. Machines (mesin/alat yg digunakan berproduksi)

F. Market (pemasaran/publikasi)



SUBSTANSI PENGELOLAAN PENDIDIKAN

1. Pengelolaan kurikulum

2. Pengelolaan kesiswaan

3. Pengelolaan personalia

4. Pengelolaan sarana dan prasarana

5. Pengelolaan keuangan

6. Pengelolaan hubungan masyarakat

7. Pengelolaan layanan khusus


INOVASI PENGELOLAAN PENDIDIKAN



Substansi/Fungsi~~~Kurikulum~~~Kesiswaan~~~Personalia~~~Sarana Prasarana~~~Keuangan~~~Humas~~~LayananKhusus~~~Perencanaan~~Pengorganisasian~~Pelaksanaan~~Monev


CONTOH INOVASI Pengelolaan Kurikulum



a. Perencanaan

b. Pengorganisasian

c. Pelaksanaan

d. Pengawasan


    PERENCANAAN (Pengelolaan Kurikulum)



  • Penyusunan silabus mata pelajaran yg baru
  • Analisis materi pelajaran (AMP).
  • Penyusunan kalender pendidikan.
  • Penyusunan program tahunan (prota) dengan memperhatikan kalender pendidikan dan hasil analisis materi pelajaran.
  • Penyusunan program semester berdasarkanprogram tahunan yang telah disusun.
  • Penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran(RPP)



PENGORGANISASIAN (Pengelolaan Kurikulum)




1. Pembagian tugas mengajar dan tugas lain.

2. Penyusunan jadwal pelajaran.

3. Penyusunan jadwal kegiatan perbaikan.

4. Penyusunan jadwal kegiatan pengayaan.

5. Penyusunan jadwal kegiatan ekstrakurikuler.

6. Penyusunan jadwal kegiatan bimbingan dan penyuluhan.

7. Penyusunan rencana bimbingan dan penyuluhan.


PELAKSANAAN (Pengelolaan Kurikulum)




● Pengaturan pelaksanaan kegiatan pembukaan tahun ajaran baru.

● Pelaksanaan kegiatan pembelajaran.

● Pelaksanaan kegiatan bimbingan dan penyuluhan.

● Supervisi pelaksanaan pembelajaran.

● Supervisi pelaksanaan bimbingan dan penyuluhan.


PENGAWASAN (Pengelolaan Kurikulum)




a. Supervisi pelaksanaan pembelajaran

b. Supervisi pelaksanaan bimbingan dan penyuluhan

c. Evaluasi proses dan hasil kegiatan pembelajaran.

d. Evaluasi proses dan hasil kegiatan bimbingan dan penyuluhan.


PROSES MANAJERIAL




● Kebijakan (UU, PP, Keputusan, Peraturan,Program Kebijakan, dst)

● Komunikasi (tujuan, fungsi, unsur, tipe,proses, metode, syarat, hambatan, SIM, dsb)

● Pengambilan keputusan (tujuan, fungsi, unsur,tipe, proses, metode, syarat, hambatan, dsb)

● Inovasi pengembangan (pengkajian,penelitian, penerapan) 


PROSES MANAJERIAL




  1. Supervisi dan kepengawasan pendidikan(tujuan, fungsi, unsur, tipe, proses, metode,syarat, hambatan, dsb)
  2. Kepemimpinan (tujuan, fungsi, unsur, tipe,proses, metode, syarat, hambatan, dsb)
  3. Organisasi pendidikan (tujuan, fungsi, unsur,tipe, proses, metode, syarat, hambatan, dsb)
  4. Sekretariatan (tujuan, fungsi, unsur, tipe,proses, metode, syarat, hambatan, dsb) 


PRODUK MANAJERIAL




1). Kebijakan (kebijakan pemerintah, kebijakan bidang pendidikan, dsb)

2). Renstra (rencana strategis 25 tahun)

3). Program Kerja (program kerja 5 tahun, program kerja 1 tahun, dsb)

4). Keputusan (keputusan menteri, gubernur, bupati/walikota, dsb)

5). Peraturan (peraturan pemerintah, peraturan walikota, peraturan kepala dinas diknas, dsb)

6). Informasi (pengumuman, berita, inovasi, dsb)

7). Jasa (mengajar, nara sumber, pelatih, konsultan, asistensi, dsb)

8). Barang (laporan, barang komersial, buku, jurnal, leaflet, buletin,majalah, dsb)

9). Dana (gaji, honor, incame generating, dsb)

10). Kerjasama (tukar nara sumber, tukar siswa/mahasiswa, penelitian,pengajaraan, dsb)


KAJIAN LAIN




● Manajemen waktu

● Manajemen konflik

● Sistem informasi manajemen (SIM)

● Manajemen disiplin

● Manajemen perubahan

● Manajemen mutu

● Manajemen kewirausahaan


PRINSIP-PRINSIP MANAJEMEN




● Otonomi manajemen

● Keputusan partisipatif

● Akuntabilitas

● Berorientasi kpd hukum, peraturan & norma kemasy

● Transparansi

● Produktivitas

● Efektif

● Efisien

● Jaminan mutu

● Kompetitif (daya saing)

● Relevan

● Keberlanjutan

● Pemerataan pend

● Peningkatkan mutu

● Sekolah unggul


Inovasi Kerja Lembaga Pengelolaan Pendidikan




● Manajemen pendidikan negara(Kemdiknas)

● Manajemen pendidikan provinsi (kantor Dinas Diknas Provinsi)

● Manajemen pendidikan kabupaten/kota(Dinas Diknas Kab/Kota)

● Manajemen Sekolah/Madrasah

● Manajemen Kelas

● Manajemen Kelompok Belajar Kecil 



Inovasi Kerja Lembaga Pengelolaan Pendidikan



● PAUD/TK/RA

● SD/MI

● SMP/MTs

● SMA/MA/SMK

● PT (Sekolah Tinggi, Univ,Institut, Akademi) 


Inovasi Kerja Lembaga Pengelolaan Pendidikan



  • Manajemen pendidikan dan latihan di berbagai lembaga
  • Manajemen pengembangan sumber daya manusia di berbagai lembaga
  • Manajemen pendidikan/pembelajaran pada berbagai materi subyek kajian(mata pelajaran, mata kuliah, bidang kajian)
  • Manajemen pendidikan/pembelajaran pada lembaga informal, non formal, dan formal 


KAJIAN MANAJEMEN KELAS



a. Menata kelas yg kondusif

b. Menciptakan hubungan interpersonal yg positif

c. Memotivasi siswa untuk belajar

d. Menegakkan disiplin

e. Meminimalisir perilaku menyimpang

f. Pemberian tugas/latihan/ujian yg feasible

g. Pencapaian tujuan pembelajaran



SISTEM PENDIDIKAN



  1. KONTEKS
  2. INPUT
  3. PROSES
  4. OUTPUT
  5. OUTCAME
  6. BENEFIT
  7. IMPACT
  8. FEEDBACK


KOMPONEN SISTEM PENDIDIKAN



  • INDIKATOR KONTEKS (permintaan pend;dukungan masy; kebijakan pemerintah, status sosek; keadaan geografi)
  • INDIKATOR INPUT (visi, misi, sasaran, tujuan;sumber daya; siswa; kurikulum)
  • INDIKATOR PROSES (tata pamong, pengelolaan program, proses pembelajaran, proses evaluasi)
  • INDIKATOR OUT PUT (hasil akademik: nilai UAS/UN, raport; hasil non akademik: prestasi olahraga, kesenian, keterampilan,kreativitas,dsb)
  • INDIKATOR OUT CAME (pendidikan lanjut,penghasilan, karir, peluang berkembang)


INOVASI Pengelolaan Prodi



  1. Guru dan tenaga pendukung
  2. Kesiswaan
  3. Kurikulum
  4. Sarana dan prasarana
  5. Pendanaan
  6. Tata pamong
  7. Pengelolaan program
  8. Proses pembelajaran
  9. Suasana akademik
  10. Sistem informasi
  11. Sistem jaminan mutu
  12.  Lulusan
  13. Penelitian, publikasi, karya ilmiah,abdimas dan hasil lainnya



CONTOH INOVASI PENGELOLAAN SATUAN PENDIDIKAN



  • Proyek Perintis Sekolah Pembangunan (PPSP, 1971) à SD 8 th + Sekolah Menengah 3 th ~ sekolah komprehensif
  • Proyek Pamong (1976) à pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan dengan biaya rendah, membantu anak belajar sesuai dengan kemampuan, waktu, tempat
  • SMP Terbuka (1979/1980) ~ pemerataan pendidikan dengan belajar melalui berbagai media



CONTOH INOVASI PENGELOLAAN SATUAN PENDIDIKAN



  • Sekolah Unggulan (1990) ~ mengembangkan SDM yg unggul ~ loncat kelas, sekolah favorit, SMA Taruna Nusantara, SSN, SBI
  • Pendidikan Sistem Ganda di SMK (1992) ~meningkatkan link & match lulusan SMK
  • Implementasi MBS (1998) ~ menerapkan otonomi sekolah ~ MPMBS
  • PT (1999): (1) IKIP ~ Univ Negeri; (2) IU, ITB, IPB,UGM, Unair à BHMN; (3) BLU/BHP Universitas 






DESAIN INOVASI DI SEKOLAH 




Salam


Usman Alamsyah


























DR.SYAIFUL EVALUASI MANAJEMEN (1)